Jumat, 21 Agustus 2009

    seting telkom speedy

    jaringan Komputer Setting Gateway Telkom Speedy

    Artikel Jaringan Komputer tentang bagaimana caraSetting Mikrotik RouterOS PPPoE Client Sebagai Gateway Telkom Speedy.

    Dengan jaringan komputer yang baik tentu jaringan internet pasti lebih kenceng.

    Setup modem adsl anda sebagai bridge protocol mode.

    Settingnya dapat anda temukan dari manual masing-masing modem Biasanya setting bridging protocol pada beberapa modem, ada pada menu Advance setup > WAN.

    Kemudian lakukan save/reboot.

    Selesai setting modem sebagai bridging (password dan user ID tidak tersimpan dimodem).

    Bagi yang ingin mengganti IP address default modem bisa di konfigurasi terlebih dahulu melalui PC client.

    Caranya : Masuk ke ke modem melalui browser dan masuk ke menu (biasanya) Advance Setup > LAN IP Address Contoh 192.168.1.1 lakukan save/reboot. (sekarang IP modemnya adalah 192.168.1.1) Kemudian lakukan pengubahan IP juga pada komputer client (tempat anda melakukan setup modem) menjadi (misalnya) 192.168.1.2 selesai.

    Buka browser dan coba ketik IP modem (192.168.1.1 ). Berhasil?

    Kita lanjut ke CPU Mikrotik RouterOS nya. Tentukan IP Address masing-masing LAN card anda.

    (dibutuhkan minimal 2 LAN Card pada komputer yang akan dipasangi mikrotik) Card LAN yang akan ke modem 192.168.1.2 (PUBLIK) Card LAN yang akan dimasukkan ke hub/switch untuk jaringan lokal 192.168.10.254 (LAN).

    Semua perintah yang kita ketikkan disini berbasis text (text mode) dan dilakukan di mesin mikrotiknya Agar tidak bingung, Lakukan perintah untuk memberi nama masing2 Card Ethernet tadi. Memberi nama pada masing2 Card Jaringan

    >interface ethernet set ether1 name=PUBLIK

    >interface ethernet set ether2 name=LAN

    Setting IP Address untuk masing2 Card Lan tadi

    /ip address add address=192.168.1.2/24 interface=PUBLIK

    /ip address add address=192.168.10.254/24 interface=LAN

    Memasukkan entry PPPoE Client. Perintah ini sudah bisa dilakukan lewat klien dan menggunakan Winbox/ gui)

    /interface pppoe-client add name=pppoe-user-telkom user=telkom password=123@telkom interface=PUBLIK service-name=Internet disabled=no

    (username dan password cuman perumpamaan)

    Gateway — Routingnya dan masquerading

    /ip route add gateway= 125.167.122.1 (IP Gateway Telkom bukan IP yang static kita) IP gateway diatas belum tentu sama, lihat terlebih dahulu ip pppoe client anda.

    Jika anda belum yakin 100% ip client anda dan gateway nya, lakukan login dan dialing melalui modem anda terlebih dahulu bukan pada mode bridging seperti diatas.

    Pada menu Device Info akan tampil informasi Default Gateway dan IP client pppoe anda.

    Selanjutnya Masquerading, untuk penerusan perintah dari routing yang diteruskan ke NAT Firewall mikrotik untuk proses routing ke semua client yang terkoneksi

    /ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=internet Setting DNS dengan perintah di terminal winbox.

    /ip dns set primary-dns=202.134.1.10

    /ip dns set primary-dns=203.130.206.250

    /ip dns allow-remote-request=yes Selesai..

    tahap routing sudah terlaksanakan. Coba lakukan ping ke mikrotik dan gateway nya.

    Jika anda ingin sharing ke komputer client jangan lupa masukkan ip gateway pada settingan Network Connection (windows) sesuai dengan IP LAN (192.168.10.254) pada mikrotik anda.

    Banyak sekali settingan mikrotik yang dapat anda pelajari dari berbagai sumber.

    Jika terkesan terlalu rumit dengan sistem pengetikan anda bisa melakukannya dengan winbox mode, setiap tutorial yang anda butuhkan pun dapat anda copy dan paste ke winbox nya mikrotik.

    Setting Web Proxy Transparant /ip web-proxy set enabled=yes port=8080 hostname=dipanegara.

    proxy transpa rent-proxy=yes

    /ip firewall nat add in-interface=lokal dst-port=80 protocol=tcp action=redirect to-ports=8080 chain=dstnat dst-address=!192.168.10.254/24 (portnyas bisa kita tentukan sendiri misalnya 3128 dll)

    Jangan lupa untuk menset IP gateway client anda ke 192.168.10.254 agar terkoneksi ke server mikrotik

    Demikian tutorial singkat jaringan komputer mikrotik sebagai gateway koneksi ke speedy dgn metode Bridging.

    JIka terjadi masalah, biasanya ada pada setting gateway, untuk itu bisa dicoba menambahkan perintah pada :

    /interface pppoe-client add name=pppoe-user-telkom user=telkom password=123@telkom.net interface=public service-name=internet disabled=no add-default-route=yes


    Sabtu, 08 Agustus 2009

    info kom

    Hasil Pencarian: INFORMATIKA: Pengertian Multimedia

    ">Peranan IT dalam Sistem Informasi Manajemen: PERANAN TEKNOLOGI

    Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.

    speedy


    speedy??
    1. Apa yang dimaksud dengan Speedy?
    SPEEDY adalah nama produk Layanan Internet Access End to End dari PT TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sd BRAS (Broadband Remote Access Server)

    2. Apa yang dimaksud dengan Speedy Multispeed?
    Speedy Multispeed adalah pemberian kesempatan kepada pelanggan Speedy untuk memilih jenis paket layanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Speedy dipasarkan dalam 7 (tujuh) paket layanan sebagai berikut

    infonet

    Langkah 1:
    klik Start => Control Panel

    Langkah 2 :
    Double klik Network Connection Icon

    Langkah 3 :
    double klik pada Local Area Connection kemudian pilih General dan klik Properties

    Langkah 4 :
    pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan klik Properties

    Langkah 5 :
    Pilih Obtain an IP address automatically and Obtain DNS server address automatically, kemudian klik OK

    Langkah 6 :
    Masukkan alamat web Port ADSL 2/2 Router’s default IP address : ”192.168.1.1” pada kotak Address, kemudian tekan enter.

    Langkah 7 :
    Masukkan Username : admin dan Password admin, kemudian klik OK.

    Langkah 8 :
    Setelah Log In, anda akan masuk pada SANEX’s Home

    Klik Advanced Setup => Klik Edit

    Kolom VPI diisi 8
    Kolom VCI diisi 81, kemudian klik Next

    Pilih settingan PPP over Ethernet (PPPoE) pada Connection Type => klik Next

    Kolom username diisi nomer speedy diikuty @telkom.net, misalnya 111212223244@telkom.net This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
    Kolom Password diisi sesuai dengan password yang diperoleh => Next lalu Klik Next lagi.

    Lalu Klik Save

    Klik Save/Reboot

    Untuk memastikan apakah modem sudah connect atau belum, klik Device Info

    Ada tulisan This information reflects the current status of your DSL connection.
    modem SANEX telah berhasil di install

    Langkah 9:
    modem SANEX sudah connect dan siap melakukan browsing dengan memasukkan alamat web pada kolom Address, misalnya www.google.com, www.friendster.com, www.jobkerja.blogspot.com

    Sumber : speedybandung.blogspot.com

    penamaan host

    Penamaan host

    Penamaan dalam herarki

    penamaan-ip.bmp (28286 bytes)

    Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
    Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh "unpar.ac.id", harus mendaftar ke pemegang domain "ac.id".

    Hubungan nama dan alamat dalam TCP/IP disimpan dan dikelola oleh server yang menyediakan pelayanan Domain Name Service (DNS). Penterjemahan nama-alamat dapat dilakukan dua arah dan tidak harus sama.

    Misalnya:

    • IP=10.1.1.12 diberi nama intern-12.unpar.ac.id
    • main-router.unpar.ac.id diberi IP=10.1.1.12

    Penterjemahan nama ke IP dan sebaliknya dapat dilakukan secara:

    1. Statis dengan menggunakan file "C:\WINDOWS\HOSTS." (MS-Windows) atau "/etc/hosts" (UNIX, netware), atau
    2. Dinamis dengan DNS server. Akses ke internet menuntut konfiguras dinamis.

    Contoh file HOSTS

    # baris yang diawali dengan tanda # diabaikan
    # kolom-1 kolom-2 kolom-3
    # IP nama-panjang nama-pendek

    # sebaiknya baris berikut ini ada dan tidak diganti
    127.0.0.1 localhost

    # komputer yang sering dihubungi
    10.210.1.2 home.unpar.ac.id home
    10.210.1.1 proxy.unpar.ac.id proxy
    167.205.206.59 www.gema.or.id gema

    # isian berikut ini pasti salah
    10.1.1.267 ngeledek.unpar.ac.id ngeledek

    127.0.0.1 mycomputer.mydomain mycomputer

    Konfigurasi DNS untuk UNIX ada di file /etc/resolv.conf

    Utilitas UNIX: nslookup
    Mencari alamat IP dari main-router.unpar.ac.id dan nama dari IP-nya. Setelah selesai, gunakan ^D atau exit.

    [gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
    Default Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1

    > main-router.unpar.ac.id
    Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1
    Name: main-router.unpar.ac.id
    Addresses: 10.1.3.1, 10.100.100.10, 10.210.1.7

    > 10.1.3.1
    Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1
    Name: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1

    > ngawur.unpar.ac.id
    Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1
    *** dhcps.unpar.ac.id can't find ngawur.unpar.ac.id:
    Non-existent host/domain

    >

    Utilitas UNIX: dig
    Mencari alamat IP dari main-router menggunakan dig.

    [gatut@bsd02 gatut]$ dig main-router.unpar.ac.id
    ;<<>> DiG 8.2 <<>> main-router.unpar.ac.id
    ;; res options: init recurs defnam dnsrch
    ;; got answer:
    ;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 6 ;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 7 ;; QUERY SECTION: ;; main-router.unpar.ac.id, type = A, class = IN ;; ANSWER SECTION: main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1 ;; AUTHORITY SECTION: unpar.ac.id. 1H IN NS home.unpar.ac.id. unpar.ac.id. 1H IN NS student.unpar.ac.id. unpar.ac.id. 1H IN NS main-router.unpar.ac.id. ;; ADDITIONAL SECTION: home.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.60 home.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.2 student.unpar.ac.id. 1H IN A 167.205.206.58 student.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.3 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.100.100.10 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.210.1.7 main-router.unpar.ac.id. 1H IN A 10.1.3.1 ;; Total query time: 20 msec ;; FROM: bsd02.unpar.ac.id to SERVER: default -- 10.1.3.1 ;; WHEN: Wed Jun 16 16:49:11 1999 ;; MSG SIZE sent: 41 rcvd: 267 [gatut@bsd02 gatut]

    Keterangan:

    • Alamat main-router ada 3 buah, yaitu 10.100.100.10, 10.210.1.7, dan 10.1.3.1. Tampak dari jenis record alamat (IN A).
    • Nama host untuk IP 10.1.3.1 adalah dhcps.unpar.ac.id
    • Pemegang domain unpar.ac.id ada di 3 server, yaitu: home.unpar.ac.id, student.unpar.ac.id, dan main-router.unpar.ac.id
    • Masing-masing alamat server tersebut dapat dilihat di "ADDITIONAL SECTION".

    Menelusuri pendelegasian domain dari pusatnya.

    Setiap DNS server dapat mengaku memegang kendali atas sejumlah domain. Apabila ada keraguan tentang kepemilikan domain, harus ditelusuri dari pusat pengendali. Jenis record yang diteliti adalah "SOA" (Start Of Authority) dan diminta domain "root" (titik).

    [gatut@bsd02 gatut]$ nslookup
    Default Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1
    > set type=soa
    > .
    Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1
    Non-authoritative answer:
    (root)
    origin = A.ROOT-SERVERS.NET
    mail addr = hostmaster.INTERNIC.NET
    serial = 1999061500
    refresh = 1800 (30M)
    retry = 900 (15M)
    expire = 604800 (1W)
    minimum ttl = 86400 (1D)

    Authoritative answers can be found from:
    (root) nameserver = D.ROOT-SERVERS.NET
    (root) nameserver = C.ROOT-SERVERS.NET
    D.ROOT-SERVERS.NET internet address = 128.8.10.90
    C.ROOT-SERVERS.NET internet address = 192.33.4.12
    [ sebagian output dipotong untuk menghemat halaman]
    >

    Subdomain berikutnya, misalkan "id." dipegang oleh "ns1.id" bersama sejumlah server pendukung.

    > id.
    Server: dhcps.unpar.ac.id
    Address: 10.1.3.1

    Non-authoritative answer:
    id
    origin = ns1.id
    mail addr = hostmaster.idnic.net.id
    serial = 1999061605
    refresh = 28800 (8H)
    retry = 10800 (3H)
    expire = 604800 (1W)
    minimum ttl = 172800 (2D)
    > server hostmaster.idnic.net.id
    > ac.id.

    nslookup berfungsi untuk menelusuri data berdasarkan jenis record. Beberapa jenis record:

    A Adress alamat
    CNAME Canonical Name (Alias) Nama lain
    HINFO Host Info, CPU, OS Keterangan tentang host, biasanya tentang CPU dan OS
    MX Mail eXchange mail server yang dapat digunakan apabila host tidak dapat dihubungi. Biasanya ada beberapa server dengan urutan prioritas.
    NS Name Server Server yang melayani permintaan data domain ybs
    PTR Pointer Nama host atas alamat IP atau penunjuk menuju informasi lain
    SOA Start Of Authority Informasi pemilik otoritas domain
    WKS Well Known Service Penyedia layanan

    Jenis lainnya dapat dilihat di manual (man nslookup).

    Mengkonfigurasi komputer secara terpusat.

    BOOTP

    Ketika workstation dihidupkan dan "boot from network", workstation meminta kepada sembarang host yang mau memberikan "program boot".

    Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

    Penentuan alamat IP dan konfigurasi secara otomatis. Pada saat komputer client dihidupkan, client mengirimkan permintaan "siapa aku" ke jaringan menggunakan alamat broadcast. DHCP server akan memberikan jawaban sesuai dengan alamat NIC dan ketersediaan konfigurasi mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan sebagainya. Penggunaan IP dan konfigurasinya memiliki masa pakai (sewa?). Bila masa sewa habis, maka client meminta apakah bisa meneruskan sewa atau menggunakan konfigurasi yang baru. Jika komputer client berpindah ke subnet lain, alamat IP tersebut akan diambil kembali oleh server untuk digunakan oleh komputer lain.

    Windows Internet Name Service (WINS)

    Penterjemahan alamat-nama (dan sebaliknya) untuk NetBIOS (MS-Windows dan DOS).

  • Pemetaan alamat dan nama secara dinamis: Setiap kali client WINS dihidupkan, client mendaftarkan (registration) namanya ke server. Ketika client WINS dimatikan, client memberitahu server untuk melepas (release) namanya. Dengan demikian client dapat berpindah subnet dan IP dengan mudah dan tetap dalam pemantauan server. Apabila dalam jangka waktu tertentu client tidak memperbaharui statusnya (renewal), client dianggap memutuskan diri dari jaringan (crash, gagal-daya, dsb).
  • Menampilkan daftar komputer: Dengan WINS semua clients (Windows NT, Windows 95, Windows for Workgroups, LAN Manager 2.x, dan MS-DOS menggunakan Microsoft Network Client 3.0) dapat melihat semua client lainnya baik yang ada di dalam network atau di luar subnet di seberang router.
  • Penurunan kebutuhan broadcast: NetBIOS menggunakan broadcast untuk mempublikasikan keberadaan sebuah komputer ke subnetnya. Apabila jumlah komputer dalam jaringan sangat banyak, maka jaringan semakin terbebani dengan "pengumuman" ini. WINS Server menurunkan keperluan akan broadcast, karena permintaan langsung ditujukan ke server daripada ke broadcast. Broadcast tetap muncul apabila permintaan ke WINS server gagal.
  • Peta Jaringan UNPAR

    Peta fisik (yang disederhanakan) jaringan UNPAR seperti dapat dilihat dalam diagram yang direferensikan, terbagi menjadi 2 kelompok:

    1. Akademik-net, mencakup laboratorium komputer di fakultas, warnet, UKM, dsb.
    2. Administrsi-net, pada saat ini hanya terdiri dari satu subnet besar menghubungkan semua unit/biro/fakultas.

    Jaringan akademik (student), sepenuhnya hanya mendukung protocol TCP/IP. Dengan demikian pembentukan subnet lebih mudah. Kebutuhan protocol lain yang melintasi subnet diserahkan pada pengelola router pemilik subnet sepanjang tidak mengganggu "backbone".

    Jaringan administrasi (home, BAPSI) protocol yang digunakan:

    1. TCP/IP untuk kebutuhan akses internet (intranet menyusul)
    2. IPX/SPX untuk remote boot dan pengolahan data SIM dengan Novell Netware yang ada di BAPSI
    3. NetBEUI untuk sharing printer di berbagai unit/biro/fakultas.

    Atas keragaman protocol, jenis dan jumlah komputer dalam jaringan administrasi, maka perlu persiapan supaya pembagian subnet dapat berjalan dengan lancar.

    Kecepatan transfer dalam jaringan administrasi sudah pada tingkat jenuh. Diameter jaringan sangat besar (jauh), jumlah hub maksimal. Setiap gangguan kecil dalam jaringan menyebabkan penambahan yang berarti bagi beban jaringan.

    Kendala yang harus dipertimbangkan untuk pembagian jaringan:

    1. NetBEUI lintas unit atau ruangan masih belum banyak digunakan. Apabila sudah diperlukan dapat digunakan WINS atau diatasi sementara dengan setting lokal (statis).
    2. Pemisahan subnet akan menambah delay (memperlambat) akses ke jaringan UNPAR-intranet bagi subnet tsb.
    3. Karena sebagian komunikasi menggunakan protocol IPX, perlu router yang me-route IPX. Bila hardware router harganya dirasa cukup mahal dapat diganti dengan PC-router berbasis (Netware, Windows-NT, Linux). Kerugian PC-router: apabila komputer mati mendadak, kemungkinan terjadi kerusakan pada program.
    4. Remote-boot yang terintegrasi dalam workstation menggunakan protocol IPX (Netware). Perlu bootp-relay di setiap server. Penulis belum berhasil menjalankan BOOTP server untuk protocol IPX di server non-netware.

    Kamis, 30 Juli 2009

    Topologi Jaringan

      Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.


      a. Point to Point (Titik ke-Titik).
      Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa.


      Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.


      b. Star Network (Jaringan Bintang).
      Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu.


      Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.


      c. Ring Networks (Jaringan Cincin)
      Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah.


      Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju.


      Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.


      d. Tree Network (Jaringan Pohon)
      Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.


      Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.


      e. Bus Network
      Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama.


      Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.


      f. Plex Network (Jaringan Kombinasi)
      Merupakan jaringan yang benar-benar interactive, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi



    topologi jaringan

    Topologi Jaringan

    Situs-situs dalam sistem terdistribusi dapat terhubung melalui berbagai macam cara yang ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

    • Biaya instalasi. Biaya menghubungkan situs-situs dalam sistem.

    • Biaya komunikasi. Besar waktu dan uang untuk mengirimkan pesan dari satu situs ke situs lainnya.

    • Ketersediaan/availabilitas. Sampai sejauh mana data dapat diakses walaupun terdapat kegagalan pada beberapa link atau situs.

    Macam-macam topologi jaringan antara lain:

    Fully Connected Network

    Tiap situs dalam Fully Connected Network terkoneksi secara langsung dengan situs lainnya. Link yang ada menjadi banyak dan menyebabkan biaya instalasi besar. Topologi jenis ini tidak praktis untuk diterapkan dalam sistem yang besar.

    Partially Connected Network

    Link yang ada hanya antara beberapa situs sehingga biaya instalasi menjadi lebih rendah. Namun, biaya komunikasi bisa menjadi lebih mahal. Misalkan, situs A ingin mengakses data di situs E, maka jalan yang ditempuh menuju situs E harus melalui situs B terlebih dahulu karena tidak ada link langsung dari situs A ke situs E. Semakin jauh jalan yang ditempuh, biaya komunikasi semakin mahal. Selain itu, availibilitas atau ketersediaan data kurang baik dibandingkan dengan Fully Connected Network. Misalkan, jika terjadi failure site atau kegagalan situs di C maka akses ke situs F menjadi tidak ada.

    Gambar 23.3. Model Network

    Model Network

    Partially Connected Network terdiri dari:

    • Tree-structured network. Biaya instalasi dan komunikasi pada topologi jenis ini biasanya rendah. Namun, jika terjadi failure link atau failure site maka pengaksesan data menjadi terhambat dan mengakibatkan availibilitas/ketersediaan menjadi rendah.

    • Star network. Biaya komunikasi rendah karena setiap situs paling banyak mengakses dua link ke situs lain. Namun, bila terjadi failure site di situs pusat maka setiap situs tidak akan dapat mengakses situs lainnya sehingga availibilitas/ketersediaan pada topologi jenis star network rendah.

    • Ring network. Biaya komunikasi tinggi karena jika ingin mengakses sebuah situs bisa jadi harus menempuh banyak link. Misalnya, dari situs A menuju situs D, link yang dilewati sebanyak tiga buah. Availibilitas/ketersediaan pada topologi ring network lebih terjamin dibandingkan pada star network maupun pada tree-structured network.

    Selain topologi jaringan, ada beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan dalam mendesain jaringan:

    1. Naming and name resolution. Bagaimana dua buah proses menempatkan/memposisikan satu sama lain dalam jaringan komunikasi.

    2. Routing strategies. Bagaimana pesan dikirimkan melalui jaringan.

    3. Packet strategies. Apakah paket dikirimkan secara individual atau sekuensial.

    4. Connection strategies. Bagaimana dua proses mengirimkan pesan secara sekuensial.

    5. Contention. Bagaimana memecahkan masalah permintaan yang mengalami konflik.

    Perlu diketahui, bahwa dalam sistem terdistribusi terdapat berbagai macam kegagalan perangkat keras (hardware failure) seperti kegagalan link atau failure link, kegagalan situs atau failure site, dan kehilangan pesan atau loss of message.Oleh karena itu, untuk menjamin kekuatan sistem atau disebut juga robustness maka sistem terdistribusi harus mampu melakukan pendeteksian kegagalan, mereparasi sistem, dan mengkonfigurasinya kembali.

    Rabu, 2009 Mei 20

    jaringan

    Jaringan Komputer - LAN

    Mari kita lanjutkan tulisan mengenai jaringan komputer khusus LAN. Jika kamu baru menemukan tulisan ini silakan melihat tersebih dahulu materi sebelumnya mengenai Pengantar Jaringan Komputer.

    Memilih Kabel

    Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu :

    1. Kabel Coaxial
      Terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.
      Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
    2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
      Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
    3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
      Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
    4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
      Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.


    Penggunaan Network Interface Card (NIC) serta medianya akan menentukan arsitektur jaringan anda. Pada IBM PC dan kopatibelnya ada beberapa NIC yang dapat digunakan yaitu Ethernet, ARCnet, Token Ring dan FDDI. Adapun yang paling populer digunakan adalah jenis Ethernet. Ada beberapa macam tipe Ethernet yang secara umum terbagi atas dua bagian yaitu yang mempunyai kecepatan 10 MBps dan Fast Ethernet yaitu yang mempunyai kecepatan 100 MBps atau lJaringan Komputer - LAN

    Kemajuan teknologi komputer sebagai pengolah data berkembang semakin cepat. Sejak terjadi penggabungan teknologi komputer dengan teknologi komunikasi, maka pengolahan data yang semula saling terpisah (stand alone) antar unit komputer sekarang dapat saling dihubungkan melalui suatu sistem jaringan komputer (komputer network). Bila komputer yang saling berhubungan berada dalam satu lokasi yang sama maka disebut Local Area Network (LAN). Namun jika banyak terdapat LAN yang terpisah dibeberapa tempat yang secara geografis cukup jauh dan saling berhubungan disebut juga jaringan namun cakupannya lebih luas, atau disebut dengan Wide Area Network (WAN).

    Konsep Dasar Jaringan

    Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).

    Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

    1. Jaringan Terpusat
      Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node (workstation) yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut Server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat. Dan komputer pusat tugasnya melayani permintaan akses dari workstation.
    2. Jaringan Peer-to-Peer
      Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya tanpa komputer pusat (server base). Pada masing-masing komputer workstation terdapat media penyimpanan (hard disk) yang berfugsi sebagai server individu.

    Pemanfaatan Jaringan Komputer

    Pembentukan sebuah jaringan komputer sangan erat dengan manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya jaringan tersebut.

    1. Bagi pakai (sharing) peralatan (resources)
      Dengan adanya jaringan komputer, maka pemakain beberapa peralatan komputer seperti printer, hard disk, disket, scanner, CD-ROM dan lainnya dapat dilakukan bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang terpasang tersebut.
    2. Bagi pakai software
      Hampir dalam setiap organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen basis data atau database, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang bersamaan. Atau dengan kata lain, untuk mengakses dan meng-update file-file tadi. Paket yang lain, seperti program pengolah data (word processor) dan spreadsheet, kebanyakan didesaian hanya untuk satu pemakai yang dapat meng-update file.
    3. Komunikasi
      Kominikasi antar pemakai dalam suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau tele conference. Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus pindah dari tempat kerjanya. Selain itu pemakai e-mail dapat menekan pemakaian pulsa telepon.
    4. Pemrosesan terpusat (terdistribusi)
      Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi. Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya, pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang kerjanya.
    5. Keamanan data
      Keamanan data dapat diatur oleh supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat.
    6. Akses internet bersama-sama
      Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan izin untuk akses ke internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem. Hal ini sangat menghemat dana yang cukup besar.

    Komponen Perangkat Keras

    Tidak peduli apakah anda sudah memiliki sebuah network atau berniat menginstalasi network baru, anda perlu mengetahui komponen-komponen perangkat keras yang digunakan.

    Server

    Komputer yang menjalankan sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai server. Server menyediakan file, printer dan pelayanan lain untuk client. Ada dua buah jenis server, yaitu :

    • Server dedicated, server yang tidak memiliki fungsi lain. Ia tidak bisa digunakan sebagai workstation. Untuk melihat jenis dari server tersebut dapat diketahui melalui sistem operasi jaringan yang dijalankannya, misalnya Novell Netware.
    • Server Non-Dedicated, server yang juga bisa berfungsi sebagai workstation. Contohnya : Microsoft Windows NT Server, Mocrosoft Windows NT Workstation, Microsoft Windows 95/98, Unix, Linux, Mac OS/2.

    Dari fungsinya, server dapat digunakan :

    • Menyimpan file-file yang digunakan bersama-sama pada hard disk-nya
    • Mengatur komunikasi (seperti pesan e-mail) antar workstation
    • Mengkoordinasikan pencetakan kepada printer yang dipakai bersama-sama
    • Server juga dapat menyimpan CD-ROM yang dapat dipakai oleh para pemakai network
    • Bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang digunakan untuk menyimpan hard disk server atau hard disk pada workstation
    • Dengan perangkat lunak dan keras tambahan, server bisa mengarahkan e-mail dari dan ke internet. Server juga bisa mengirimkan fax ke luar jaringan ke mesin-mesin fax yang ada di luar. Kenyataannya server hampir dapat melakukan semua pekerjaan yang mencakup pengiriman data.

    Workstation

    Komputer yang terhubung ke server dan dapat mengakses data dari server. Workstation menjalankan beragam sistem operasi dan merupakan bagian dari network yang ada. Pada kenyataannya workstation digunakan oleh pemakai secara langsung.

    Network Interface Card (NIC)

    NIC atau adapter network adalah sebuah komputer hardware yang mutlak dibutuhkan jika kita menginginkan merakit jaringan komputer menggunakan media penghubung kabel. NIC berfungsi menghubungkan server ke sistem pengkabelan network. Berdasarkan tipe slot pada motherboard dibedakan menjadi dua jenis:

    • Tipe slot ISA (slot warna hitam/coklat, lebih panjang)
    • Tipe slot PCI (slot warna putih, lebih pendek)

    Switch/Hub (Concentrator/Repeater)

    Sistem pengkabelan yang paling populer untuk Network Ethernet menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) atau kabel terpilin yang terbuka dengan konektor yang mirip dengan konektor telepon. Ini disebut dengan 10BaseT. Untuk setiap adapter network pada setiap server atau workstation, salah satu dari kabel-kabel ini berhubungan ke Hub/Switch atau pusat pengkabelan.

    Bridge, Router Dan Gateway

    Bridge berfungsi menghubungkan dua network dengan mentransfer data diantara network tersebut. Sebagai contoh, bridge bisa menghubungkan segmen kabel dari arsitektur Token Ring dengan arsitektur Ethernet, atau menghubungkan dua segmen Ethernet menjadi satu. Bridge mampu mengurangi lalu lintas dengan hanya mengirimkan data yang benar-benar diniatkan untuk komputer tujuan. Bridge pintar (intelligent bridge) bisa berbuat lebih baik lagi dengan menyaring atau hanya mengirimkan paket-paket tertentu ke tujuan.

    Uninterrutible Power Supply (UPS)

    Sudah jelas UPS tidak hanya digunakan oleh network. Anda bisa juga menggunakannya pada setiap alat yang membutuhkan aliran listrik alternatif. UPS adalah alat yang sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan komputer untuk produktifitasnya dan tidak ingin kehilangan data atau waktu kerja pegawai. Pada setiap keadaan yang bisa dibayangkan, melalui UPS adalah investasi yang menguntungkan untuk setiap workstation, hub, dan server pada network.

    Printer Dan Peripheral Lain

    Printer adalah salah satu alasan utama kenapa ada network. Karena printer tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis jika memakai satu printer bersama-sama. Printer bisa dihubungkan langsung pada workstation atau ke server.
    Anda juga bisa memasang scanner, CD-ROM eksternal dan peralatan lain yang berguan dan dapat digunakan secara bersama-sama pada network. Sama seperti yang lainnya, hal ini membutuhkan perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih tepat.
     

    About

    Site Info

    Text

    Teknik komputer dan jaringan Copyright © 2009 Community is Designed by Bie